Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Partai NasDem, Cindy Monica, mengajak seluruh elemen bangsa, media massa, aktor politik, serta masyarakat sipil untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi Indonesia melalui penyampaian informasi yang bijak, berimbang, dan menyejukkan ruang publik.
Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi dinamika pemberitaan publik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, termasuk yang turut menyoroti Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Menurut Cindy Monica, hubungan antara politik dan pers merupakan bagian alami dari demokrasi modern yang sehat. Kebebasan pers adalah fondasi penting reformasi yang harus dihormati, dijaga, dan diperkuat bersama. Namun di tengah derasnya arus informasi dan kompetisi narasi di ruang publik, diperlukan tanggung jawab kolektif agar pemberitaan tetap mengedepankan akurasi, proporsionalitas, serta kepentingan publik yang lebih luas.
“Demokrasi membutuhkan pers yang kritis, independen, dan berintegritas. Pada saat yang sama, demokrasi juga memerlukan kebijaksanaan agar informasi yang disampaikan mampu memperkuat persatuan bangsa dan menjaga nalar publik tetap sehat,” ujar Cindy Monica dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ia menegaskan bahwa kritik dan perbedaan pandangan merupakan energi utama demokrasi, bukan ancaman. Namun ruang publik sebaiknya diisi dengan narasi konstruktif yang mendorong dialog, bukan polarisasi; memperkuat kepercayaan publik, bukan memperlebar jarak sosial politik.
Sebagai partai yang sejak awal mengusung gagasan politik tanpa mahar dan restorasi kehidupan publik, Partai NasDem, menurutnya, memandang pers sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan memperkuat literasi publik.
“Partai NasDem percaya demokrasi yang matang lahir dari keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi. Politik dan pers bukanlah dua kutub yang saling berhadapan, melainkan dua pilar yang saling menguatkan,” katanya.
Ia berharap dinamika yang berkembang saat ini justru menjadi momentum memperkuat standar jurnalisme berkualitas yang menjaga adab moral, etika publik, serta menjunjung tinggi objektivitas dan keberimbangan informasi bukan untuk menjatuhkan.
“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan demokrasi Indonesia semakin dewasa. Demokrasi bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, tetapi siapa yang mampu menjaga akal sehat publik dan menghadirkan harapan bagi masyarakat,” tutup Cindy Monica.
Leave a comment